English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, February 24, 2010

Kisah Samson (tanpa Delilah)

Kisah ini terjadi ketika umat Allah yang disebut anak-anak Israel telah tinggal di tanah yang telah dijanjikan Allah kepada Abraham ratusan tahun sebelumnya. Bangsa Israel yang adalah keturunan Abraham dan Sarah berasal dari Dua belas anak Yakub (Israel). Tanah yang telah dijanjikan Allah kepada Abraham dan keturunannya dikenal  sebagai tanah Kanaan, atau tanah yang dijanjikan. Di Kanaan sendiri selain bangsa Israel terdapat juga bangsa yang telah tinggal di Kanaan dan mereka dikenal sebagai orang  Filistin. Anak-anak Israel dan orang Filistin sering terlibat dalam perang-perang besar  selama ratusan tahun bahkan hingga zaman Daud yang setelah ratusan tahun sesudah jaman Samson...(bahkan sampai di abad modern ini, konflik itu belum benar-benar terhapus!) 

Pada masa itu, bangsa-bangsa di sekitar mereka menyembah dewa-dewa palsu dan membuat patung-patung untuk disembah. Dewa utama orang Filistin bernama Dagon dan mereka telah membangun sebuah kuil besar untuk Dagon dan mereka sering mempersembahkan kurban dan upacara penyembahan berhala. 

Karena bebal, sepertinya sulit bagi anak-anak Israel untuk mengerti bahwa ketaatan pada perintah Allah dan hanya melayani-Nya sebagai satu-satunya Allah yang benar, merupakan pemahaman yang sangat penting. Mereka sering tidak taat kepada Allah dan karena itu Allah membiarkan mereka dikalahkan musuh-musuh mereka. Hal ini terjadi beberapa kali sepanjang sejarah anak-anak Israel. Namun, ketika orang-orang Israel berdoa dan bertobat memohon ampun untuk dosa-dosa mereka, Allah memungkinkan mereka untuk mengatasi musuh-musuh mereka sekali lagi.  

Ada sepasang suami istri yang telah menikah bertahun-tahun, tetapi belum memiliki keturunan. Mereka rajin berdoa untuk waktu yang lama agar mereka dapat memiliki anak. Suatu hari seorang malaikat Tuhan muncul kepada mereka dan mengatakan bahwa mereka segera akan memiliki anak. "Anak ini akan dibesarkan untuk menjadi hamba Allah. Ia juga menjadi seorang yang ber-nazar (dididik di bawah sumpah). Dia akan melakukan perbuatan besar bagi negara dalam dan membawa bangsa Israel kembali kepada Allah."

Untuk dapat dididik di bawah sumpah (Nazar) berarti bahwa dia tidak akan pernah memotong rambutnya, tidak diperbolehkan makan kismis atau anggur, tidak minum anggur dan tidak boleh menyentuh mayat. Seluruh hidupnya hanya didedikasikan untuk pelayanan kepada Allah sesuai dengan kehendak Allah. Demikianlah Simson tumbuh dewasa dan memiliki kekuatan setara dengan beberapa pria dewasa. Ia memenangkan banyak pertempuran besar sendirian melawan orang-orang yang dikenal sebagai orang Filistin. 

Samson itu sangat kuat dan sering terlibat dalam pertempuran melawan orang Filistin. Dia bangga dengan kekuatannya yang luar biasa dan selalu membawa kemenangan dalam setiap pertempuran melawan orang Filistin. Orang-orang Filistin begitu membenci Samson karena kerusakan yang ditimbulkannya pada kota-kota dan juga ladang-ladang mereka. Mereka sering merencanakan untuk membunuh Samson dengan memancing kedatangan Samson kekota mereka. Ketika Samson datang, mereka kemudian menutup pintu gerbang raksasa itu sebagai perangkap agar Samson tidak dapat lari. Namun Samson mencopot lepas pintu gerbang raksasa dalam kota itu dan dengan ringannya ia menenteng gerbang itu di pundaknya. Samson kemudian membakar dan merusak tanaman di ladang-ladang mereka. 

Suatu ketika Samson membunuh 1000 orang Filistin sendirian dengan menggunakan senjata dari tulang rahang seekor keledai yang ia temukan di tanah. Setelah bertempur dan memperoleh kemenangan besar, ia merasa sangat haus dan berdoa kepada Tuhan, "Aku telah memenangkan kemenangan besar bagi Tuhan, tapi sekarang aku akan mati kehausan. Tidak ada sedikitpun air di dekat sini."
TUHAN menjawab doa Simson dengan membuka tanah di sampingnya. Air jernih mengalir dari dalam tanah yang terbelah di tempat yang kemudian disebut Lehi. Lokasi ini kemudian menjadi sumber air selama ratusan tahun kemudian untuk para pelancong yang kehabisan air.Setelah pertempuran besar ini Allah memberikan damai kepada anak-anak Israel. Samson menjadi hakim yang memerintah negeri selama dua puluh tahun sesudahnya.

Alkitab mencatat, Simson akhirnya melakukan banyak pelanggaran terhadap semua kaul yang di Nazar-kan padanya. Ia minum anggur, makan buah anggur dan menyentuh mayat (bangkai) Bahkan dia tidak mengabdikan diri sepenuhnya lagi kepada Tuhan Allah. Ia menyentuh mayat ketika menemukan madu pada bangkai singa. Dia meraup keluar madu dan memakannya. Kemudian ia mengambil sisa madu itu buat orang tuanya tanpa memberitahu mereka di mana dia mendapatkannya.

Samson, sama halnya dengan pria normal lainnya, memiliki kelemahan besar yaitu tidak  tahan melihat wanita cantik. Simson jatuh cinta dengan seorang wanita Filistin cantik  yang bernama Delilah. Malam demi malam dia mengunjungi tempat tinggal Delilah dan menghabiskan waktu berjam-jam dengan wanita Filistin itu. Dia jatuh cinta dan takluk dibawah kecantikan dan daya pesona dari wanita itu. Di sisi lain, Delilah dijanjikan dengan sejumlah uang dari orang Filistin, jika dia bisa menemukan rahasia kekuatan luar biasa yang dimiliki Samson. 

Setiap hari dengan senjata kecantikannya Delilah merayu dan menggoda Samson agar ia mau menceritakan rahasia kekuatan luar biasa yang dimilikinya. Pada mulanya, Samson masih dapat menahan diri dengan mengatakan pada Delilah:"Jika kamu mengikat saya dengan tujuh tali busur maka aku akan kehilangan kekuatan." Dan benar setelah itu Delilah berhenti menangis sambil mengemis padanya.

Sementara Samson tertidur dengan pulasnya, Delilah mengikat Samson dengan tujuh tali busur seperti yang diberitahukan Samson padanya. Setelah memberi kode pada prajurit  Filistin yang bersekongkol dengannya ia berteriak sekuat tenaga:"SAMSON BANGUN! Orang-orang Filistin menyergap mu!"
Simson terbangun, mengguncang dirinya bebas dari tali itu dan segera melawan orang Filistin. Ia langsung mengalahkan mereka dengan kekuatannya yang besar.

Kemudian Delilah merancang tipu daya dengan berpura-pura menangis dan memohon:"Simson, kau  ternyata tidak mencintaiku. Jika kau mencintaiku kau akan menceritakan rahasia sebenarnya tentang kekuatanmu."
Samson yang dimabuk cinta tanpa curiga dengan hubungan Delilah dan prajurit Filistin kembali menceritakan kebohongan lain, "Jika kau mengikat aku dengan tujuh tali rami yang baru aku akan kehilangan kekuatanku."
Delilah segera mengikatnya dengan tujuh tali rami baru dan berteriak, "SAMSON BANGUN! Orang-orang Filistin datang lagi kepadamu."
Simson bangun dan menggeliat sedikit. Segera tali-tali itu putus dan orang-orang Filistin yang datang segera dikalahkannya. 
Selanjutnya Delilah menangis selama berhari-hari dan kemudian dengan akal licik berkata, "Kau tidak mencintaiku. Anda tidak akan menceritakan rahasia Anda."
Samson seperti biasa, akhirnya tak kuat mendengar kesedihan Delilah hingga mengatakan kepadanya bahwa jika ia menjalin tujuh kunci dari rambutnya dengan alat tenun, ia akan kehilangan kekuatannya. Kali ini, dalam menyebutkan hal rambutnya, Samson sudah terlalu dekat dengan menceritakan rahasia yang Allah tidak ingin dia bocorkan. Delilah menjalin tujuh kunci rambut Samson dengan alat tenun. Dia lalu mengguncang tubuhnya dan berteriak lagi, "SAMSON BANGUN! Orang-orang Filistin ini datang menyergapmu!"
Lagi, seperti kita bisa menebak, Simson menepis alat tenun dan berkelahi melawan orang  Filistin, dan sekali lagi ia mengalahkan mereka.

Setelah kejadian demi kejadian yang dialaminya bersama bersama Delilah, normalnya kita bisa menebak bahwa Samson tahu bahwa Delilah adalah seorang musuh dalam selimut.. Namun  tidak bagi Samson, cinta telah membutakan pikirannya.. ia datang dan datang lagi pada Delilah tanpa menaruh curiga pada pengkhianatan Delilah. Tidak tahan mendengar rengekan dan rayuan Delilah, Samson akhirnya menyerah dan memberitahukan tentang rahasia  rambutnya yang tak pernah dipotong.

Ketika Simson tidur dengan pulasnya dalam belaian gadis yang dicintainya, Delilah dengan  hati-hati, karena Samson tidur dipangkuannya, memanggil seorang laki-laki untuk mencukur  habis rambutnya. Sekali lagi ia mengguncang tubuh Samson dan berteriak:"SAMSON BANGUN! Orang-orang Filistin datang ingin menangkapmu.! " Samson mengguncang dirinya sendiri untuk melawan orang Filistin, tetapi rambutnya sudah hilang. Kekuatan-Nya telah pergi. Tentara Filistin melompat ke atas Simson dan  memukulinya hingga ia tak berdaya dan terluka parah. Delilah, atas nama cinta, telah  mengkhianatinya dengan sangat sempurna.

Orang-orang Filistin membawanya kedalam tahanan, mencongkel keluar kedua bola matanya  dengan penusuk api yang panas. Kemudian tak puas, Samson dirantai pada pada batu penarik  roda yang mengelilingi palung penggilingan biji-bijian gandum, disitu ia berputar-putar  sepanjang hari, menghabiskan sisa hari-harinya dengan melakukan pekerjaan yang hanya  dilakukan seekor sapi penggilingan di pabrik. Belum merasa puas lagi, orang Filistin sering mengikatnya pada suatu tempat terbuka dimana orang-orang Filistin datang untuk  mengejek dan meludahi Samson. Pada saat itu, Samson pastinya merasakan hidupnya lebih 
buruk dari pada kematian. 

Suatu ketika Samson merasakan angin bertiup melalui rambutnya yang mulai tumbuh lagi,  dan ia menyadari bahwa kekuatan luar biasa itu akan kembali. Ia mendengar bahwa akan ada  festival besar di Kuil Dagon,'tuhan palsu' bangsa Filistin. Tiga ribu orang, termasuk  orang-orang Filistin yang paling kuat (politikus), militer dan pemimpin agama akan hadir  di bait suci, menyembah tuhan palsu mereka.
Samson berdoa dengan sungguh-sungguh, "Oh, Tuhan, tolong maafkan aku karena dosa-dosa  yang kulakukan dulu...dan Tuhan gunakanlah aku bagi kemuliaanMU sekali lagi."

Di festival kuil Dagon, orang-orang mulai memanggil agar Samson muncul sehingga mereka  bisa mengolok-olok dan mengejeknya. Samson pernah melihat kuil Dagon itu beberapa  tahun sebelumnya dan ia tahu bagaimana kondisi gedung itu dibangun. Ia tahu akan dua pilar kokoh sebagai bantalan yang menahan berat seluruh bangunan itu. Kedua pilar itu  berada di tengah kuil. Samson di ikat pada kedia pilar tersebut, agar orang-orang dapat  melihat pahlawan Israel itu. Ketika Simson berdiri di antara tiang-tiang orang-orang menertawakannya dan meludahinya. Ia berdoa kepada TUHAN Allah, "Oh, Tuhan, aku mohon untuk terakhir kali, Perkenankan aku membalaskan dendam pada bangsa penyembah berhala ini.. Biarkan namaMU juga dibalaskan..."

Samson meregangkan dan memeluk dua pilar besar. Ia lalu menarik dengan segenap kekuatan besar yang telah kembali. Kuil itu rubuh di sekelilingnya, menerbangkan debu pekat dan batu-batu besar jatuh ke kepala  orang-orang yang menyembah berhala Dagon. Lebih dari 3000 orang termasuk kaum politisi, kaum militer dan pemimpin rohani yang hadir di bait suci dan juga orang-orang sipil ikut terbunuh, bahkan termasuk Samson sendiri.

No comments:

Post a Comment