English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, March 2, 2010

One sided of an affair

Beberapa orang dari kerajaan Moab dipimpin seorang yang berpakaian seperti prajurit melintasi sungai Efrat yang saat itu tengah dilanda kekeringan. Sekali-kali kuda-kuda itu berhenti karena lumpur bercampur batu kerikil menyedot kaki-kaki mereka sehingga membuat si perajurit marah dan memainkan cambuknya dengan keras disertai caci maki dan sumpah serapah. Orang-orang itu adalah utusan khusus Raja Balak, dari kerajaan Moab. Mereka diperintahkan Raja Balak untuk mencari seorang yang berprofesi sebagai Dukun namun lebih suka mengaku sebagai 'mentalist' di sekitar sungai Efrat. Oleh Raja Balak misi ini diberi label V.I.P Top Secret, sehingga tak ada seorangpun yang tahu apa maksud dan tujuan mereka dibawa dalam ekspedisi ini. Kecuali seorang, yaitu si tua Bore, seorang  kepercayaan Raja Balak dan sekaligus pemimpin ekspedisi itu. Seorang anggota rombongan pernah menanyakan tujuan misi ini dan dijawab si tua Borre dengan ketus:”Bila aku beritahu, kau pasti akan terbunuh”. Mereka ini disebut dengan Biro Intelligency Moab (B.I.M), Badan yang bertindak sebagai penasihat utama Raja untuk masalah-masalah intelijen yang terkait dengan pertahanan dan keamanan Kerajaan. Dari kejauhan tampak sebuah tanda arah lengkap dengan grafik tangan dan jari telunjuk. Dipapan arah itu tertulis: Biro Jasa Ramal "Master Bileam sang Mentalist" (Pemenang Kontes Mentalist Idol Season 1). Tokcer Ramalannya dan Terpercaya. 5Km.  Prajurit yang mengawal ekspedisi itu semakin bersemangat mencambuki kuda-kuda begitu menyadari tujuan mereka sudah didepan mata. Ia tak perduli walau kuda-kuda malang itu tampak sudah sangat kelelahan akibat perjalanan panjang melintasi gurun pasir." Ayo... Majuo.. majuo!!" Teriaknya sambil terus mencambuki kuda-kuda malang itu."Appolah kuda ini... capek-capek aku bentak masih tak maju-maju"
Prajurit itu memang memiliki logat  yang sangat berbeda dengan orang-orang Moab. Ceritanya dulu pernah ada angin Tornado yang maha dahsyat. Angin puting beliung itu entah bermula dimana dan berakhir dimana tak ada yang bisa menebak, karena memang waktu itu belum ada Badan Meterologi dan Geofisika (Sorry, kalo ejaannya salah). Tau-tau angin itu telah tampak dari kejauhan sedang menuju kerajaan Moab sehingga menyebabkan kepanikan bagi warga Moab. Di seluruh pelosok kerajaan terjadi huru-hara.. toko-toko yang menjual sandang dan pangan dijarah dan dimana-mana mahasiswa berkumpul sambil meneriakkan yel-yel reformasi. Pada saat kritis itulah muncul seorang paranormal yang dikenal sebagai Beor. Setelah komat-kamit kepada dewa monoteis sembahannya, ia akhirnya tampil sebagai sosok pahlawan karena mampu menghentikan angin tornado itu. Tak ada yang tahu bagaimana ia melakukan itu apalagi Beor tak pernah mengungkap rahasia Dewa sembahannya. Namun yang pasti, sejak itulah Beor dikenal sebagai paranormal sakti dan ampuh. Sekarang Beor telah mengundurkan diri dari praktek perdukunan dan posisinya digantikan anak kesayangannya yaitu Bileam. Konon angin puting beliung itu menghisap banyak benda-benda asing dari berbagai tempat di bumi  ini, antara lain pohon-pohon, rumah, kendaraan bahkan manusia dan salah satunya adalah seorang asing yang mengaku bernama Malin. Entah bagaimana caranya ia dapat selamat saat tornado itu berhenti. Setiap kali ditanya Malin selalu mengelak untuk menjelaskan asal usul dirinya: "it's complicated!" Tulisnya dalam laman Facebook miliknya. 
Setelah semua rombongan berhasil melintasi sungai Efrat akhirnya mereka sampai di kaki bukit yang tandus. Tepat  diatas bukit itu berdiri sebuah rumah milik Bileam sang mentalist  (baca: Tukang Sihir). Walau sederhana rumah itu  adalah  bangunan termewah (dan satu-satunya) ditempat itu. Bangunan lain yang ada disitu adalah kandang ternak yang berisikan seekor keledai bertampang bodoh. 
"Lapor Pak Ketua Borre... haaa.. kita 'ni sudah sampe' ditempat tujuan..."Prajurit pengawal rombongan itu melapor kepada pimpinannya dengan logat anehnya. "Baik pengawal, laporan diterima! kembali ketempat!" Jawab Borre sambil mengunyah permen karet. 
Seorang anggota rombongan yang bertugas sebagai staff logistik mulai memeriksa barang-barang perlengkapan. Satu persatu anggota rombongan dicatatnya dengan teliti untuk memastikan apa ada yang hilang diperjalanan. Setelah selesai ia mendatangi Borre dan melapor: "Lapor pak Ketua!! Semua peralatan dan orang-orang kita selesai diperiksa!! "
"Berapa orang anggota kita?"Tanya Borre mengetes. "Enam pak!"jJawab si petugas logistik. 
"Yakin?? Sudah kamu cek berkali-kali??Tanya Borre lagi. "Be..Benar Pak.." dan si petugas menjawab sambil mengacungkan tujuh jari kehadapan Borre. "Dasar GOBLOG! Itu kan tujuhh!! Memangnya siapa MONYET yang satu lagi, apa kamu tak hitung??"Hardiknya sehingga membuat si petugas ketakutan. "Ma..af Pak.. saya memang tak menghitung bapak" 15 menit kemudian dikepala petugas logistik malang itu muncul 5 bulatan merah mirip tomat matang.

Berbeda dengan kebanyakan rumah milik penyihir yang sering di-ilustrasikan dalam dongeng  anak-anak sebagai  tempat yang menyeramkan dan penuh sarang laba-laba, rumah diatas bukit  itu tidak menyeramkan dan sebaliknya malah bersih dan terawat. Didepan pintu masuk diletakkan sebuah keset kaki yang bertuliskan WELCOME.  Bileam sejak beberapa tahun belakangan memang sangat mengkomersialkan  bakat turunan yang dimilikinya.  Sudah banyak orang yang merasakan kesaktian Bileam. Ada pasangan suami istri yang belum memiliki anak datang pada Bileam dan setelah diberi mantra setahun kemudian mereka telah memiliki sepasang anak kembar dempet yang diberi nama Billi dan Balla. Ada juga yang datang untuk minta agar jodohnya enteng dan setelah dibaca-baca akhirnya berhasil menemukan jodoh seorang janda beranak tujuh yang telah berumur (namanya juga jodoh!). Ada pasien yang lemah syawat diobatin menjadi kuat syawat dan sekarang menjadi biksu di Tibet sono.. dan banyak lagi kesaksian lain yang semuanya telah dibukukan oleh Balam dalam buku Autobiograph yang ditulisnya sendiri. Mereka umumnya mengenal Bileam sebagai orang yang berpredikat orang pintar, jawara kontes Mentalist Idol yang diselenggarakan stasiun TV lokal namun sayangnya ia juga terkenal sebagai mata duitan. Pernah seorang pengusaha datang meminta berkat pada Bileam dengan janji setelah ia sukses Bileam akan mendapatkan 40% saham perusahaannya. Dan benar pengusaha itu menjadi sukses namun ia lupa janjinya pada Bileam. Akibatnya ia dikutuki Bileam sehingga pengusaha itu jatuh miskin sehingga  beralih profesi menjadi pengemis di pintu gerbang kota Jericho. Sejak saat itulah, Bileam menambahkan kata Spesialis Kutukan pada papan ijin praktek Dukun yang dipakukan pada sebuah pohon ara dihalaman depan rumahnya. 
Malin, si pengawal tidak merasa asing dengan tempat ini. Kilas balik beberapa tahun lalu Malin diselamatkan oleh si tua sakti Beor setelah beberapa lama terbawa pusaran angin Tornado tak jauh dari bukit ini. Oleh Beor ia dibawa pulang kerumah diatas bukit itu dan dirawat hingga luka-lukanya sembuh. Ia tentu mengenal Bileam anak Beor dengan sangat baik. Itulah jawaban kenapa kemudian ia yang dipilih untuk mengawal rombongan 'Dinas Rahasia' ini. Setelah sembuh dari luka-lukanya, Malin lalu pergi ke kota Jericho untuk memulai usaha kecil-kecilan. Malin menjadi seorang yang ulet dan gigih dalam mencari rezeki. Mungkin karena sudah dari sononya memiliki DNA pedagang, ia kemudian menjadi seorang pedagang sukses di Jericho. Sejak  menikah dengan seorang wanita lokal ia selalu mengakui dirinya sebagai orang Moab sejati kepada orang-orang yang menanyakan. Namun karena logat anehnya yang tak bisa hilang tak ada seorangpun yang mau percaya kalau dia orang Moab. Status kewarganegaranya yang tak jelas itulah akhirnya  membuat Malin memutuskan untuk mendaftarkan dirinya pada program wajib militer kerajaan Moab, sebagai syarat  untuk  mendapat kan  pengakuan resmi warga Moab dan juga sebagai  bukti kesetiaan kepada Raja Moab.
Nun jauh disana, di Pulau Andalas, di mana Malin berasal,  seorang perempuan tua tengah menangis meraung-raung memeluk sebongkah batu seukuran manusia. Batu itu terlontar  dari pusaran angin dan lantas menyedot benda-benda yang bobotnya lebih ringan termasuk Malin Kundang  anaknya yang kebetulan pada saat itu tengah melintasi daerah tersebut.  

No comments:

Post a Comment